DIALEKTIKA EPISTEMOLOGI KEILMUAN PESANTREN DAN ILMU MODERN: ANALISIS KOMPARATIF DAN MODEL INTEGRASI MENUJU PENDIDIKAN ISLAM YANG BERKELANJUTAN

Authors

  • Abdullah Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Pascasarjana, Universitas Annuqayah
  • Ach. Maimun Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Pascasarjana, Universitas Annuqayah
  • Moh. Kurdi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Pascasarjana, Universitas Annuqayah
  • Moh Diyaul Murtadho Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Pascasarjana, Universitas Annuqayah
  • Fadlillah Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Pascasarjana, Universitas Annuqayah

DOI:

https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i3.684

Keywords:

epistemologi pesantren, ; ilmu modern, integrasi keilmuan

Abstract

Artikel ini mengkaji dikotomi epistemologis antara keilmuan pesantren dan ilmu-ilmu modern serta menawarkan model integrasi keduanya di tengah tantangan globalisasi dan revolusi digital. Kajian ini penting karena dikotomi al-ulum al-diniyyah dan al-ulum al-kauniyyah selama ini melahirkan generasi ilmuwan sekuler yang abai nilai spiritual di satu sisi, dan ahli agama yang gagap menghadapi persoalan kontemporer di sisi lain. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur epistemologi keilmuan pesantren, mengidentifikasi karakteristik filosofis-sosiologis ilmu modern, serta merumuskan model sintesis-integratif bagi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis filosofis-komparatif atas sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa keilmuan pesantren berpijak pada epistemologi bayani dan irfani yang bersumber dari kitab kuning, sanad, dan metode sorogan-bandongan, sedangkan ilmu modern bertumpu pada epistemologi burhani yang empiris, rasional, dan terbuka terhadap falsifikasi. Meskipun berbeda secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis, kedua tradisi keilmuan ini memiliki titik temu yang dapat dijembatani melalui model islamisasi ilmu pengetahuan, integrasi-interkoneksi keilmuan, serta fenomena pesantren sains (trensains) yang kini berkembang di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dikotomi keilmuan merupakan kekeliruan sejarah yang perlu diakhiri, dan integrasi keilmuan pesantren-modern merupakan keniscayaan bagi keberlanjutan peradaban Islam.

References

Abdullah, A. (2006). Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan. Herndon: International Institute of Islamic Thought.

Al-Zarnuji, B. (t.th.). Ta'lim al-Muta'allim Thariq al-Ta'allum. Surabaya: Al-Hidayah.

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium Ketiga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Bruinessen, M. van. (1995). Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat: Tradisi-Tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.

Comte, A. (1988). Introduction to Positive Philosophy (F. Ferré, Ed.). Indianapolis: Hackett Publishing.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kiai dan Visinya tentang Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Hefner, R. W., & Zaman, M. Q. (Eds.). (2007). Schooling Islam: The Culture and Politics of Modern Muslim Education. Princeton: Princeton University Press.

Kartanegara, M. (2005). Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik. Bandung: Mizan.

Kuhn, T. S. (1962). The Structure of Scientific Revolutions. Chicago: University of Chicago Press.

Kuntowijoyo. (2006). Islam Sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Langgulung, H. (2003). Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru.

Lukens-Bull, R. (2005). A Peaceful Jihad: Negotiating Identity and Modernity in Muslim Java. New York: Palgrave Macmillan.

Madjid, N. (1997). Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.

Makdisi, G. (1981). The Rise of Colleges: Institutions of Learning in Islam and the West. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Mas'ud, A. (2006). Dari Haramain ke Nusantara: Jejak Intelektual Arsitek Pesantren. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mastuhu. (1994). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.

Moosa, E. (2015). What Is a Madrasa? Chapel Hill: The University of North Carolina Press.

Popper, K. (2002). The Logic of Scientific Discovery. London: Routledge.

Purwanto, A. (2015). Ayat-Ayat Semesta: Sisi-Sisi Al-Qur'an yang Terlupakan. Bandung: Mizan.

Rahardjo, M. D. (Ed.). (1985). Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta: LP3ES.

Rahman, F. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Sardar, Z. (1989). Explorations in Islamic Science. London: Mansell Publishing.

Steenbrink, K. A. (1986). Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES.

Zaman, M. Q. (2002). The Ulama in Contemporary Islam: Custodians of Change. Princeton: Princeton University Press.

Downloads

Published

2026-08-05

How to Cite

Abdullah, Ach. Maimun, Moh. Kurdi, Moh Diyaul Murtadho, & Fadlillah. (2026). DIALEKTIKA EPISTEMOLOGI KEILMUAN PESANTREN DAN ILMU MODERN: ANALISIS KOMPARATIF DAN MODEL INTEGRASI MENUJU PENDIDIKAN ISLAM YANG BERKELANJUTAN. Jurnal Ikhtibar Nusantara, 5(3), 501–513. https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i3.684