INSTITUSIONALISASI KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM MEMBANGUN EKOSISTEM PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAHUL FAKHIRIN MELALUI INTEGRASI BUDAYA SEKOLAH DAN PEMBIASAAN RELIGIUS

Authors

  • Hariyanto PAI, Pascasarjana, Universitas Annuqayah, Sumenep
  • Ach. Maimun PAI, Pascasarjana, Universitas Annuqayah, Sumenep
  • Muhammad Afan PAI, Pascasarjana, Universitas Annuqayah, Sumenep
  • Atiqur Rahman Binuri Ramadan PAI, Pascasarjana, Universitas Annuqayah, Sumenep
  • Moh. Ali Mahdi PAI, Pascasarjana, Universitas Annuqayah, Sumenep

Keywords:

curriculum institutionalization; love-based curriculum; character education; school culture; religious habituation; madrasah ibtidaiyah

Abstract

This study aims to analyze the institutionalization of the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) in building a character education ecosystem at MI Miftahul Fakhirin, Kadur, Pamekasan, through the integration of school culture and religious habituation. Institutionalization is defined as the embedding of values, norms, and practices into the organizational structure of the school so that they no longer depend on particular individuals. Using a descriptive qualitative single-case study design, data were collected from curriculum documents, institutional records, and observations of daily, weekly, and annual habituation programs, and analyzed following the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana (2014).

The findings indicate that KBC institutionalization is supported by three main pillars, namely exemplary leadership by the headmaster and teachers, structured religious habituation, and local-national cultural integration, which operate through three interrelated institutional mechanisms: regulative, normative, and cognitive-cultural. Based on these findings, this study proposes a conceptual model termed the Multi-Mechanism Institutionalization of Love-Based Curriculum (IM3-KBC) as a theoretical contribution to the study of character curriculum institutionalization in madrasah. The synergy of these pillars and mechanisms forms a multi-layered character education ecosystem encompassing spiritual, social-emotional, national, and intellectual dimensions. The study recommends strengthening habituation monitoring instruments to ensure sustainable evaluation of the institutionalization process.

References

Adiyono, A., Julaiha, J., & Jumrah, S. (2023). Perubahan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jurnal Kajian Pendidikan Islam.

Anugrahsari, S., & Ismail. (2023). Kurikulum Berbasis Cinta: Konsep dan Implementasi dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer.

Badriyah, L., Masfufah, M., Rodiyah, K., Chasanah, A., & Abdillah, M. A. (2021). Implementasi pembelajaran P5 dalam membentuk karakter bangsa di era Society 5.0. Absorbent Mind, 1(2), 65-83.

Braden, E. (2025). Revolutionary love: Centering the full humanity of children. Reading Research Quarterly.

Brown, M., McGrath, R. E., Bier, M. C., Johnson, K., & Berkowitz, M. W. (2023). A comprehensive meta-analysis of character education programs. Journal of Moral Education, 52(2), 119-138.

Buber, M. (1970). I and Thou (W. Kaufmann, Trans.). Charles Scribner's Sons.

Dewantara, K. H. (1977). Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Dewey, J. (1938). Experience and Education. Macmillan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. (2025). Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. (2025). Panduan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah. Kementerian Agama RI.

Dweck, C. (2006). Mindset: The New Psychology of Success. Random House.

Erikson, E. H. (1963). Childhood and Society. W. W. Norton.

Fakhrurridha, H., Rohman, M. A., 'Alimah, M. F., Najmi, A., Rusmalia, H., & Suratin, S. I. (2025). Pengembangan kurikulum PAI berbasis cinta melalui tafsir Al-Qur'an untuk penguatan empati dan regulasi emosi. Ta'wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 6(3), 1426-1438.

Fakhrurridha, H., Rohman, M. A., 'Alimah, M. F., Najmi, A., Rusmalia, H., & Suratin, S. I. (2025). Rekonstruksi kurikulum berbasis etos cinta sebagai kerangka epistemik untuk membangun ekosistem pembelajaran mendalam di lembaga pendidikan kontemporer. Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management, 2, 153-170.

Fatimah, S., & Supriyadi, A. (2023). Penguatan nilai cinta dalam pendidikan Islam: Studi pada Madrasah Aliyah di Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 45-60.

Freire, P. (1998). Pedagogy of Freedom: Ethics, Democracy, and Civic Courage. Rowman & Littlefield.

Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bantam Books.

Gunawan, I., & Mahmud, A. (2022). Kurikulum berbasis cinta: Penguatan nilai-nilai afektif dalam pendidikan humanistik. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 45-58.

Hayatie, M., & Siswati, V. (2026). Kurikulum berbasis cinta di sekolah dasar: Implementasi pendidikan afektif untuk membentuk karakter siswa. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(2).

Hendra, S. H. (2024). Peran pendidikan agama Islam dalam pengembangan kurikulum berbasis karakter di Madrasah Ibtidaiyah. Ihtirafiah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 4(1), 78-88.

Ifendi, M. (2025). Kurikulum cinta: Membangun paradigma pendidikan berbasis kasih sayang di madrasah. Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 1(4), 698-711.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 450 Tahun 2024 tentang Kurikulum Madrasah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. (2025). Buku Panduan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kemendikdasmen RI.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. (2025). Panduan Pengembangan Kegiatan Kokurikuler Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. BSKAP Kemendikdasmen.

Khairani, V., Fitriani, Ekowati, E., Daulay, I. R., Darmawan, D., Anggraini, V., & Aslami, S. (2025). Kurikulum cinta sebagai strategi moderasi beragama dalam dunia pendidikan: Tinjauan literatur. Jurnal Moderasi Beragama, 8(2), 167-186.

Kulsum, U., & Muhid, A. (2022). Pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam di era revolusi digital. Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 12(2), 157-170.

Kurniawan, K. (2025). Implementasi kurikulum inklusif untuk menanamkan nilai toleransi dan anti-radikalisme di sekolah dasar. Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 6(2), 638-650.

Lestari, D., & Nuraini, H. (2024). Perencanaan pembelajaran dengan pendekatan kurikulum berbasis cinta di sekolah kejuruan. Jurnal Sindoro Cendekia Pendidikan, 5(1).

Lickona, T. (2004). Character Matters: How to Help Our Children Develop Good Judgment, Integrity, and Other Essential Virtues. Simon & Schuster.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Rev. ed.). PT Remaja Rosdakarya.

Najmudin, D. (2025). Rekonstruksi kurikulum pendidikan agama Islam sebagai wahana internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin. Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam, 3(1), 70-80.

Nurishlah, L., Nursholihah, S., Nurlaila, A., Farhana, H. R., & Khaeroni. (2024). Upaya mengembangkan kurikulum Madrasah Ibtidaiyah di era globalisasi. Tadib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 1-9.

Qathrun Nada, Z., & Listiana, H. (2025). Analisis kesiapan guru madrasah dalam insersi kurikulum cinta. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, 1, 385-400.

Qowim, A. N., Afif, N., Mukhtarom, A., & Fauziah, E. (2024). Pendidikan karakter dalam era digital: Pengintegrasian nilai-nilai moral dalam kurikulum berbasis teknologi. Tadarus Tarbawy: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 6(1), 18-32.

Sagala, K., Naibaho, L., & Rantung, D. A. (2024). Tantangan pendidikan karakter di era digital. Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi, 6(1), 1-8.

Sari, W., & Utami, R. (2024). Manajemen pembelajaran berbasis cinta di Madrasah Ibtidaiyah. Journal of Educational Studies, 9(1).

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.

Syaripudin, A., Sukiman, & Hasna, R. (2025). Kurikulum Berbasis Cinta merupakan gagasan penguatan hablum minallah, hablum minannas, hablum minal bi'ah, dan hubbul wathan. Jurnal Basicedu, 9(5).

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Hariyanto, Ach. Maimun, Muhammad Afan, Atiqur Rahman Binuri Ramadan, & Moh. Ali Mahdi. (2026). INSTITUSIONALISASI KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM MEMBANGUN EKOSISTEM PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAHUL FAKHIRIN MELALUI INTEGRASI BUDAYA SEKOLAH DAN PEMBIASAAN RELIGIUS. Jurnal Ikhtibar Nusantara, 5(3), 310–325. Retrieved from https://www.jurnal.stainusantara.ac.id/index.php/ikhtibar-nusantara/article/view/666