SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT ISLAM ACEH: STUDI INSTITUSI DAYAH MODERN ULUMUDDIN.

Authors

  • Ridwan Muhammad Hasan Universita Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
  • Jasafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i2.618

Keywords:

Transformation, Social, Cultural, and Institutional.

Abstract

Education is a process of achieving transformation, both within oneself and within the community. Therefore, a proper educational process liberates individuals from various forms of intimidation and exploitation. This is where the affinity of paidagogy lies, namely, comprehensively liberating individuals from external constraints, or what might be considered to be something that restricts a person's freedom. Therefore, the modern dayah institution is a very significant element in living life, both socially and culturally. Throughout human history, education has been a barometer for achieving the maturity of life's values. The modern dayah institution is an educational institution that has been embedded in the journey of Indonesian society for hundreds of years. It is a unique institution with its own unique characteristics that are unlike any other form of education.

 

References

Abdul A’la. (2006). Pembaharuan Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Abdullah, Taufiq. (peny). (1983). Agama dan Perubahan Sosial. Jakarta: CV. Rajawali.

Abdurrahman Mas’ud. (2002). Pesantren dan Walisongo: Sebuah Interaksi dalam Dunia Pendidikan, in (edited by Darori Amin) Islam dan Kebudayaan Jawa. Yogyakarta: Gama Media.

Abu Bakar, Aceh. (1970). Perbandingan Madhab Salaf. Jakarta: Permata. Cet. I.

Abu Bakar, Aceh. (1982). Sekitar Masuknya Islam ke Indonesia. Semarang:

Ramadani. Cet. III.

Alamsyah. (2005). (Disertasi Doktor). Transformasi Sosial, Budaya dan Ekonomi Masyarakat Acheh Tahun 1970-1999. Yogyakarta: Universiti Gadjah Mada (UGM).

Alfian, Ibrahim. (peny). (1977). Segi-segi Sosial Budaya Masyarakat Acheh. Jakarta: Lembaga Kajian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.

Anshari, Endang Saifuddin. (1980). Agama dan Kebudayaan. Surabaya: PT. Bina Ilmu. Cet.I.

Azra, Azyumardi. (2001). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Kalimah.

Badri Yatim. (1993). Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Badruzzaman. (1995). Peranan dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Agama di Acheh. Banda Acheh: Majlis Pendidikan Prop. D.I. Aceh.

Bahren, T. Sugihen. (1986). Teknonologi dan Prilaku Sosial di Acheh. Darussalam: FKIP- Unsyiah.

Bakker, Anton. (1990). Metodologi Penelitian Filsafat. Cet. I. Yogyakarta: Kanisius.

Borgatta, Edgar.F. (ed). (1992). Encyclopedia of Sociology, V.1., New York: Macmillan Publishing Company.

Daudi, Ahmad. (1978). Syeikh Nuruddin Ar-Raniry: Sejarah, Karya dan Sanggahan Terhadap Wūjudiyyah di Acheh. Jakarta: Bulan Bintang.

Davis, Kingley. (1985). Human Society. New York: The Macmillan Company.

De Jonge, H. (pen). (1989). Agama, Kebudayaan Dan Ekonomi. Jakarta: Rajawali.

Dhofier, Zamakhsyari. (1984). Tradisi Pesantren:Studi Tentang Pandanngan Hidup Kiai. Jakarta: LP3ES.

Hasbullah, (1999). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia: Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hooker, M.B. (1970). Readings in Malay Adat Laws. Singapura: Singapore University Press.

H.O.K. Rahmat. (1983). Pencemaran Akidah Di Nusantara. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Dan Pustaka.

Irfan Helmi. (1999). Pesan Moral Dari Pesantren: Meningkat Kualitas Umat, Menjaga Ukhwah. Bandung: Nuansa.

Ismail, Faisal. (1997). Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis dan Refleksi Historis. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.

Lexy J. Moleong. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Karya.

Mulkhan, Abdul Munir. (1993). Paradigma Intelektual Muslim: Pengantar Filsafat Pendidikan Barat dan Dakwah. Yogyakarta: SIPRESS.

Mulkhan, Abdul Munir. (2003). Moral Polotik Santri: Agama dan Pembelaan Kaum Tertindas. Jakarta: Erlangga.

Noer, Deliar. (1996). Gerakan Modern Islam di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Qomar, Mujamil. (2007). Pesantren Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta: Erlangga.

Rumadi. (2006). Renungan Santri Dari Jihad Hingga Kritik Wacana Agama. Jakarta: Erlangga.

Suyoto. (1988). Pesantren dalam Alam Pendidikan Nasional. dalam M. Dawam Rahardjo, Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta: LP3ES.

Sternbrink, Karel A. (1974). Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES.

Tibi, Bassan. (1992). Islam and Nationalism in an Anthology of Islamic Studies. Montreal: McGill Indonesia IAIN Development Project.

Wahid, Abdurrahman. (2001). Menggerakkan Tradisi: Esai-EsaiPesantren.Yogyakarta:

LkiS.

Ziemek, Manfred. (1986). Pesantren Dalam Perubahan Sosial. Jakarta: (t.p).

Zuhairini, dll. (1997). Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2026-06-05

How to Cite

Hasan, R. M., & Jasafat. (2026). SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT ISLAM ACEH: STUDI INSTITUSI DAYAH MODERN ULUMUDDIN. Jurnal Ikhtibar Nusantara, 5(2), 484–500. https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i2.618